Pelajaran TIK gak di Lab.Komputer ?

25 08 2010

TIK merupakan mata pelajaran yang hampir setiap waktu menggunakan teknologi. Gak lucu kan klu nerangin pelajaran ini hanya mengandalkan teks book aja. Yang ada siswa hanya akan dibawa melayang berangan-angan dengan bayangan teknologi yang semakin tinggi. Ketika ada jam yang sama dengan kelas yang lain, terpaksa pasti ada kelas yang belajarnya tidak di lab. komputer. Dan pastinya akan ada kata-kata….huuuuu…dikelas maning ! Hal itu pasti akan mempengaruhi KBM, sudah kendor semangat belajarnya. Mungkin kasus seperti ini banyak dialami oleh sekolah-sekolah yang minim sekali peralatan teknologinya (komputer). Tak terkecuali sekolah yang memiliki kelas “gemuk” alias banyak kelas, baik yang pemekaran maupun sudah “mekar” dari sononya dengan hanya memiliki fasilitas 1 laboratorium komputer, itupun kondisinya yang memprihatinkan, kadang nyala…kadang banyak matinya. Belum lagi masalah listrik yang sering “njeglek” karena jaringan listriknya tidak standart. Hufft…sangatlah klasik problematika seperti itu.

Nah, kembali ke kelas IT yang sering belajar diruang kelas bukan di lab. komputer. Banyak siswa yang keahliannya kurang, bukan salah dari pengajarnya (ups..bukan membela diri loh) tapi dikarenakan banyak faktor. Lain halnya jika prosentase KBM yang sering langsung berhadapan dengan alat, maka bisa dilihat ketrampilan mereka akan berbeda.

Dengan adanya banyak faktor di atas, tentunya menjadikan tantangan yang besar bagi “pejuang-pejuang” yang mengajarkan teknologi kepada siswa untuk lebih kreatif dan memaksimalkan sumber daya sarana yang ada di lingkup sekolah. Kalau terpaksanya punya 1 lab. komputer ya dimaksimalkan, walau ada kelas yang bersamaan dapat digunakan dengan perencanaan yang matang dalam memilah-milah materi supaya siswa tidak bosan. Lumayan, daripada sekolah yang belum beruntung karena terbatasnya fasilitas yang ada. Dengan maraknya kegiatan “Lesson Study” di daerah kabupaten Bantul, maka dapat pula diaplikasikan kegiatan open-class ini pada mata pelajaran TIK. Hasilnya jika berjalan dengan perencanaan yang baik maka akan lebih maksimal dalam kegiatan belajar. Walaupun kadang-kadang ada materi yang sulit untuk diterapkan, tetapi dengan modifikasi  kreatif pastinya akan sukses. (padahal saya sendiri susah untuk menerapkan demikian). Jadi kbm tidak selalu harus di lab. komputer, dengan membawa fasilitas komputer yang rusak misalnya, siswa terbagi dalam beberapa kelompok disuruh melakukan pengamatan dan membeda-bedakan perangkat keras berdasarkan prinsip kerjanya kemudian secara berdiskusi kelompok menemukan pembagian alat serta identifikasi fungsi masing-masing alat melalui study pustaka. Kemudian siswa disuruh presentasi mengungkapkan pendapat kelompoknya tentang hasil penemuan dari diskusi (inkuiri). Nah…pasti lebih mengena dalam belajar, akan mudah teringat karena siswa menemukan sendiri jawabannya daripada hanya membaca buku paket yang tebal. Mungkin ada penggalaman lain dari “pejuang-pejuang” pengajar teknologi bisa saling sharing dalam merencanakan metode mengajar yang bagus.

So…belajar IT dikelas sah-sah aja kan? gak cuma waktu ulangan harian aja.

By: Ariawan Subrata, SE

Foto2:


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.